Saturday , September 23 2017
Home / Keluarga / Kewajiban Suami Terhadap Istri yang Harus Dipenuhi

Kewajiban Suami Terhadap Istri yang Harus Dipenuhi

Setiap jiwa yang hidup baik laki-laki maupun perempuan pasti menginginkan adanya hubungan dalam satu ikatan yang SAH dengan pasangan lawan jenisnya, yaitu pernikahan. Setiap insan yang sudah menikah pasti menginginkan pernikahannya menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Apa itu sakinah mawaddah warohmah? Artinya adalah menjadikan keluarga yang selalu dalam keadaan damai, tentram, dan selalu dinaungi dengan penuh cinta kasih diantara mereka. Syarat utama dalam menjadikan keluarga yang seperti itu (sakinah mawaddah warohmah) adalah dengan meluruskan niat bahwa dalam membina keluarga harus diniatkan karena Allah dan mengikuti sunnah Nabi Salallahu’alaihi wassalam. Sebelumnya telah dibahas mengenai kewajiban istri terhadap suami yang harus dilakukan istri sesuai dengan tuntunan Nabi Salallahu’alaihi wassalam. Tidak adil bukan, jikalau istri saja yang harus memiliki kewajiban. Sehingga saat ini akan kita bahas mengenai kewajiban suami terhadap istri yang harus dipenuhi suami agar tercipta keluarga idaman.

kewajiban suami terhadap istri
kewajiban suami terhadap istri

Kewajiban suami terhadap istri

  • Membayarkan mahar atau maskawin kepada Istri

Kewajiban suami terhadap istri yang pertama adalah membayarkan mahar atau maskawin kepada istri. Hal ini sebenarnya bukanlah syarat maupun rukun dalam perkawinan. Akan tetapi merupakan suatu kewajiban seorang suami yang harus diberikan kepada istri. Dalam Al-Qur’an pun telah dijelaskan mengenai hal tersebut : “Berikanlah mahar (maskawin) kepada wanita yang kamu nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (Q.S. An-Nisa : 4)

  • Pergauli istri dengan baik

Kewajiban suami terhadap istri yang kedua adalah pergauli istri dengan baik. Dalam hal berumah tangga, seorang suami haruslah memperlakukan sang istri dengan penuh kasih sayang, kelembutan, kemesraan, dan tanpa adanya kezaliman, maupun kasar terhadap sang istri. Hal inipun juga berlaku saat berhubungan suami istri diatas ranjang sehingga sang istri pun merasa nyaman dan tenang dengan suaminya. Karena salah satu kewajiban suami adalah memberikan nafkah khususnya nafkah batin kepada istrinya. Selain itu, juga bermanfaat untuk menyalurkan keinginan biologis kita beserta istri di jalan yang halal dan diberkahi. Sehingga kelak dapat tercipta atau terlahir generasi penerus yang dapat membanggakan agama, keluarga, bangsa, dan negara.

  • Memberikan nafkah

Kewajiban suami terhadap istri yang ketiga adalah dengan memberikan nafkah kepada sang istri. Baik nafkah lahir maupun nafkah batin. Nafkah tersebut berlaku antara suami dengan istri, ayah dengan anaknya, majikan dengan pembantunya yang meliputi diantaranya adalah keperluan rumah tangga seperti sandang, pangan, dan papan. Dan kesemuanya itu harus dilakukan dengan jalan yang halal dan berkah. Sehingga apa yang kita dan keluarga kita makan maupun gunakan menjadi sebuah keberkahan untuk mencari keberkahan-keberkahan lainnya.

  • Menjadi pemimpin rumah tangga

Kewajiban suami terhadap istri yang keempat adalah menjadi pemimpin rumah tangga. Seorang suami adalah pemimpin dalam rumah tangganya. Sang suami harus mengambil suatu tindakan yang ma’ruf (baik) untuk kemaslahatan rumah tangganya. Jangan sampai suatu keputusan yang diambilnya dapat menghancurkan rumah tangganya. Dan yang perlu diperhatikan adalah semua keputusan yang diambil harus berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist serta memerlukan pemikiran yang matang.

  • Ajari agama

Kewajiban suami terhadap istri yang kelima adalah ajari istri tentang agama. Seorang suami HARUS mengajari pendidikan agama kepada istri dan anak-anaknya. Sehingga rumah yang Anda tempati laksana surga yang selalu membawa naungan kedamaian, penuh cinta kasih dalam landasan agama yang kuat. Seperti yang selalu didoakan oleh kerabat-kerabat kita ketika kita menikah, yaitu semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Karena suami berhak untuk membawa keluarganya untuk masuk surga dengan cara membimbing agama keluarganya.

  • Jangan membuka aib istri

Kewajiban suami terhadap istri yang keenam adalah jangan membuka aib istri kita. Mulut manusia itu memang laksana pedang. Kenapa? Karena dengan lisan manusia, semua kebaikan dapat sirna dengan satu ucapan saja yang menyakiti hati orang lain. Hal ini juga berkaitan dengan aib. Sang suami harus pintar dalam menjaga dan merahasiakan aib istrinya dimata orang lain. Kenapa? Karena aib sang istri sejatinya merupakan aib dirinya sendiri yang harus ditutupi. Dan begitu pula, kita sebagai orang sosial juga diharapkan untuk tidak membuka aib orang lain. Karena ketika aib orang lain kita buka, pastilah ada aib kita yang dibuka oleh orang lain. Sehingga kita wajib menjaga segala aib yang kita ketahui baik itu aib kita sendiri, aib istri kita, maupun aib orang lain.

  • Berlaku adil (jika memiliki istri lebih dari satu)

Kewajiban suami terhadap istri yang ketujuh adalah berlaku adil. Poin ini hanya berlaku jika seorang suami memiliki istri lebih dari satu. Seorang suami diperbolehkan dalam Al-Qur’an untuk memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, istri yang diperbolehkan hanyalah maksimal 4 orang. Hal ini sebenarnya ada syarat yang harus dilakukan dan dipatuhi oleh seorang suami, yaitu ADIL. Adil kepada siapa? ADIL kepada semua istri-istrinya tanpa ada pilih kasih diantara kesemua istri-istrinya.

  • Menjaga istri dengan baik

Kewajiban suami terhadap istri yang kedelapan adalah menjaga istri dengan baik. Surga ada ditelapak kaki ibu. Ya, pepatah ini benar adanya dan sudah sewajarnya kita menjaga sebaik-baiknya istri kita agar dia merasa nyaman dan dapat membantu suami mengurus rumah dan anak keturunannya. Janganlah seorang suami menodai kehormatan istrinya baik dengan cara apapun juga. Karena kehormatan istri sama dengan kehormatan suami. Sehingga ketika kehormatan istri diinjak-injak, secara tidak langsung kehormatan suamipun juga terinjak-injak. Oleh karena itu, sudah sewajarnya kita melindungi dan menjaga agar istri kita merasa nyaman di samping kita untuk menapaki samudra kehidupan yang pasti akan ada ancaman, hambatan, maupun gangguan yang akan mencoba merusak rumah tangga kita. Ketika istri merasa nyaman dengan suami, segala permasalahan dunia akan mudah dihadapi dan pastinya kepercayaan istri pada suami akan tetap kuat.

  • Berbicara dengan lemah lembut kepada istri

Kewajiban suami terhadap istri yang kesembilan adalah berbicara dengan lemah lemut kepada istri. Seorang wanita memiliki kepekaan terhadap perasaannya dibandingkan dengan laki-laki. Jangan sampai kita menyakiti hati istri kita, karena ketika sang istri kita merasa tersakiti secara otomatis perasaannya yang akan bermain. Dan tidak jarang hal ini membuat istri marah dalam waktu yang cukup lama kepada suami. Atau bahkan ada yang sampai pulang kerumah orang tuanya. Karena kepekaan perasaan wanita, sang suami harus sadar diri dengan bertutur kata dan bertingkah laku. Oleh karena itu, kita harus berkata dan bertindak dengan lemah lembut kepada istri kita.

  • Maafkan kesalahan istri

Kewajiban suami terhadap istri yang kesepuluh adalah memaafkan segala kesalahan istri. Terkadang istri yang sibuk untuk mengurusi rumah dari pagi hingga sore hari terkadang membuat mood-nya menurun. Hal ini biasa terjadi ketika sang istri merasa kelelahan. Tidak jarang ketika sang istri sedang kelelahan sering melakukan kesalahan yang membuat sang suami tidak merasa nyaman ataupun senang. Sang suami harus punya hati yang lembut dan mudah untuk memaafkan istrinya. Karena setiap manusia pasti tidak akan luput dari yang namanya salah. Sehingga sang suami harus mudah dalam memaafkan kesalahan istrinya baik disengaja maupun tidak disengaja.

Demikianlah beberapa kewajiban suami terhadap istri yang harus dipenuhi supaya tercipta keluarga bahagia yang sakinah mawaddah warohmah yang selalu dalam naungan cinta kasih Allah sehingga akan tercipta kedamaian, ketentraman baik di dunia maupun di akhirat kelak. Semoga artikel ini bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi kita yang sudah menikah maupun yang lagi memantaskan diri untuk menikah.

Toko Obat Herbal

Komentar Lewat Facebook
Setiap jiwa yang hidup baik laki-laki maupun perempuan pasti menginginkan adanya hubungan dalam satu ikatan yang SAH dengan pasangan lawan jenisnya, yaitu pernikahan. Setiap insan yang sudah menikah pasti menginginkan pernikahannya menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Apa itu sakinah mawaddah warohmah? Artinya adalah menjadikan keluarga yang selalu dalam keadaan damai, tentram, dan selalu dinaungi dengan penuh cinta kasih diantara mereka. Syarat utama dalam menjadikan keluarga yang seperti itu (sakinah mawaddah warohmah) adalah dengan meluruskan niat bahwa dalam membina keluarga harus diniatkan karena Allah dan mengikuti sunnah Nabi Salallahu'alaihi wassalam. Sebelumnya telah dibahas mengenai kewajiban istri terhadap suami yang harus…

0%

User Rating: 4.08 ( 4 votes)

About admin

Jadikanlah dirimu manfaat bagi orang lain

Check Also

11 Cara Membangun Keluarga Bahagia

11 Cara Membangun Keluarga Bahagia

11 Cara Membangun Keluarga Bahagia — Setiap pasangan suami istri pasti sejak awal membangun pernikahan mengidam-idamkan …